Jumat, 13 Maret 2015

Materi Kuliah II Sistem Berkas

MANAJEMEN FILE

1.             Pengertian manajemen file
File system atau manajemen file adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file system ke dalam disk atau partisi dengan cara melakukan Format
2.             Manfaat Manajemen File
Dapat mengurangi resiko kehilangan file yang dikarenakan: terhapus secara tidak disengaja, tertimpa file baru, tersimpan dimana saja, dan hal lain yang tidak diinginkan

3.                Sasaran Manajemen File :
Pengelolaan file adalah kumpulan perangkat lunak sistem yang menyediakan layanan berhubungan dengan penggunaan file ke pemakai dan / atau aplikasi.
Biasanya satu-satunya cara pemakai atau aplikasi mengakses file adalah lewat sistem. Pemakai atau pemrogram tidak perlu mengembangkan perangkat lunak khusus untuk mengakses data di tiap aplikasi. Sistem pun menyediakan pengendalian terhadap aset penting ini.
1. Sasaran sistem file adalah sebagai berikut :
1.     Memenuhi kebutuhan manajemen data bagi pemakai.
2.     Menjamin data pada file adalah valid.
3.     Optimasi kinerja.
4.     Menyediakan dukungan masukan/keluaran beragam tipe perangkat penyimpanan.
5.     Meminimalkan atau mengeliminasi potensi kehilangan atau perusahaan data.
6.     Menyediakan sekumpulan rutin interface masukan/keluaran.
7.     Menyediakan dukungan masukan/keluaran banyak pemakai di sistem multiuser.

4.             Fungsi Manajemen File :
Beberapa fungsi yang diharapkan dari pengelolaan file adalah :
1.        Penciptaan, modifikasi, dan penghapusan file.
2.        Mekanisme pemakaian file secara bersama.
3.        Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan    atau dari upaya penghancuran informasi.
4.        Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik (Symbolic name) bukan menggunakan penamaan yang mengacu perangkat fisik.
5.        Pada lingkungan sensitif dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia.
6.        Sistem file harus menyediakan interface user-friendly.

2. Arsitektur Pengelolaan File :
Pengelolaan file, biasanya terdiri dari :
1.     Sistem Akses
Berkaitan dengan bagaimana cara data yang disimpan pada file diakses.
2.     Manajemen file
Berkaitan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file seperti :
·        Penyimpanan
·        Pengacuan
·        Pemakaian bersama
·        Pengamanan

3.     Manajemen Ruang Penyimpan
Berkaitan dengan alokasi ruang untuk file di perangkat penyimpan.
Mekanisme Integritas File
Berkaitan dengan jaminan informasi pada file tak terkorupsi. Manajemen Perangkat Masukan / Keluaran di Sistem Operasi : Device Driver
Perbedaan DDR 2 dan DDR 3 pada RAM :
1.DDR2
DDR2 RAM yang memiliki nama standar DDR2-400, DDR2-533, DDR2-677, DDR2-800, dan DDR2-1066, dengan frekuensi transfer antara 400 MHz sampai 1966 MHz. yang memerlukan voltase 1,8 V.





2.DDR3
DDR3, Perbedaan DDR3 dengan DDR2 terletak pada frekuensi transfernya yang lebih tinggi yang mencapai 2133 MHz, sedang DDR2 maksimal hanya sampai 1066 MHz, dilihat dari segi memory clocknya tidak jauh berbeda dengan DDR2 yaitu dari 100 MHz sampai 266 MHz, dengan voltase yang hanya 1,5 V.
         
          Terdapat Perbedaanya adalah sebagai berikut :

ü Pada memori jenis DDR2, jenis chip memori yang digunakan adalah tipe BGA (Ball Grid Away). Bentuknya ada yang empat persei panjang, adapula yang berbentuk bujur sangkar. Tetapi, tidak seperti chip memori jenis TSOP, kaki-kaki pada memori jenis BGA tidak terlihat mata karena terletak dibawah chip dan langsung dan langsung ditancapkan ke board modul memori.dan untuk DDR 3 ini memiliki kesamaan dengan memori jenis DDR 2 yaitu dengan BGA (Ball Grid Away).

ü Perbedaan secara fisik lainnya yang dapat dilihat secara kasat mata adalah pada notch yang tersedia di board memori di bagian golden finger alias konektor slot memori di motherboard. Pada jenis memori DDR, notch ini terletak sedikit ke arah sisi kanan untuk DDR 2, notchnya terletak sedikit lebih ke tengah board modul memori dan pada jenis DDR 3 yang terbaru saat ini notchnya terletak sedikit kearah kiri berlawanan dengan letak notch DDRpertama.

Memori Jenis DDR 2
Memori Jenis DDR 3

                    
ü Perbedaan secara fisik terakhir yang dapat dilihat dengan mudah adalah jumlah pin yang digunakan. Memori DDR memiliki pin sebanyak 184 buah (92-pin di setiap sisinya), sedangkan memori jenis DDR2 dan DDR 3 memiliki pin yang lebih kecil dan padat Jumlahnya 240 buah (120-pin di setiap sisi).

4.     Perintah dalam manajemen file

1.        Windows Explorer: Copy, Cut, Paste selain itu ada juga Open, Read, Print dsb tergantung dari aplikasi yang meng-asociateextensi file yang bersangkutan.
2.        CMD/DOS: Copy, Move, Dir, RD, CD, MD, DEL, Edit dan sebagainya. (Bantuan: [Copy] /?)
5.     Karakteristik File :

ü Persistence   => Tetap bertahan meski tidak ada daya
ü Size                =>  Memiliki ukuran dalam byte
ü Sharability      => Dapat digunakan mengakses informasi

6.     Jenis-jenis File

1.     Text file. Yaitu urutan dari karakter-karakter yang diatur menjadi barisan dan mungkin halaman.
2.     Source file. Yaitu urutan dari berbagai subroutine dan fungsi yang masing-masing kemudian diatur sebagai deklarasi deklarasi diikuti oleh pernyataan - pernyataan yang dapat diexecute.
3.     Object file. Yaitu urutan dari byte-byte yang diatur menjadi blok-blok   yang dapatdipahamiolehpenghubung system.
4.     Executable file. adalahkumpulandaribagian-bagiankode yang dapat dibawa kememori dan dijalankan oleh loader.

7.     Atribut File

Selain amadan data, sebuah file dikaitkan dengan informasi-informasi tertentu yg disebut atribut diantaranya adalah :
ü   Nama. Nama file simboli kini adalah informasi satu-satunya yang disimpan dalam format yang dapat dibaca oleh pengguna.
ü Identifier. Tanda unik ini yang  biasanya merupakan sebuah ekstensi.
ü Jenis. Untuk sistem-sistem yang mendukung jenis file yang berbeda.
ü Lokasi. Penunjuk pada sebuah device dan pada lokasi file pada device tersebut.
ü Ukuran. Ukuran dari sebuah file (dalam bytes, words, atau blocks) dan mungkin ukuran maksimum dimasukkan dalam atribut ini juga.
ü Proteksi. Menentukan siapa yang dapat melakukan read, write, execute, dan lainnya.
ü Waktu dan identifikasi pengguna. Untuk pembuatan file, modifikasi terakhir, dan penggunaan terakhir. Data-data ini dapat berguna untuk proteksi, keamanan, dan monitoring penggunaan.




8.     Klasifikasi Data

Klasifikasi Data dibagi menjadi 3, yaitu :

·                     Data tetap, yaitu data yang tidak mengalami perubahan-perubahan, bersifat tetap dan biasanya dalam melakukan perubahan membutuhkan waktu yang lama. 
·                     Data tidak tetap, yaitu data yang mengalami perubahan secara rutin dan sukar untuk diprediksi karena sifatnya yang berubah-ubah. 
·                     Data yang bertambah menurut waktu, yaitu kelompok data ini biasanya merupakan gabungan data tetap dan data tidak tetap. 

 

Klasifikasi Ekstensi file pada umumnya dibagi dalam beberapa kelompok 

1. Aplikasi/Program: EXE, SCR, CMD, BAT dan sebagainya 
2. System File/Driver: SYS, DLL, OCX, VXD dan sebagainya 
3. Dokumen/Text: DOC, RTF, HTML, XML dan sebagainya 
4. Media/Musik/Mp3/Image: AVI, MP3, JPG, PNG dan sebagainya 
5. Database System: tak berextensi, MDB, SQL, DMP dan sebagainya 


5.             Sistem File
Konsep terpenting dari pengelolaan file di sistem operasi adalah :
• File
Abstraksi penyimpanan dan pengambilan informasi di disk. Abstraksi ini membuat pemakai tidak dibebani rincian cara dan letak penyimpanan informasi, serta mekanisme kerja perangkat penyimpan data.
• Direktori
Berisi informasi mengenai file. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin di sistem operasi. Pemakai memanipulasi data merujuk sebagai file atau direktori. Pemakai tidak dibebani dengan masalah penyimpanan, manipulasi perangkat dan sebagainya.
6.             File, Terhadap beragam pandangan mengenai file, yaitu :
a.Pemakai :
·            Terhadap file pemakai berkepentingan memahami berikut :
·            Penamaan untuk file
·            Tipe file
·            Atribut file
·            Perintah-perintah untuk manipulasi file.

b.Pemrograman :
Selain perlu memahami sebagai pemakai, pemrograman perlu memahami:
·            Operasi-operasi terhadap file
·            Perancang,Implementasi pengelolaan file

c.Penamaan File :
Pemakai mengacu file dengan nama simbolik. Tiap file disistem harus mempunyai nama unik agar tidak ambigu. Penamaan file dengan nama direktori tempat file memberi nama unik. Tidak diperbolehkan nama file yang sama di satu direktori.
Penamaan file berbeda sesuai sistem. Terdapat dua pendekatan yaitu :
·            Sistem yang case – sensitive
·            Sistem case – intensive


Terdapat tiga tipe file , yaitu :

1.File Reguler, File berisi informasi, terdiri dari file ASCII dan biner. File ASCII berisi baris teks. File biner adalah file yang bukan file ASCII. Untuk file biner eksekusi (exe) mempunyai struktur internal yang hanya diketahui sistem operasi. Untuk file biner hasil program aplikasi, struktur internalnya hanya diketahui program aplikasi yangmenggunakan file tersebut.
2.File Direktori, File direktori merupakan file yang dimiliki sistem untuk mengelola struktur sistem file. File direktori merupakan file berisi informasi-informasi mengenai file-file yang termasuk dalam direktori itu.
3. File Spesial, File spesial merupakan nama logik perangkat masukan/keluaran. Perangkat masukan/keluaran dapat dipandang sebagai file. Pemakai dihindarkan dari kerumitan operasi perangkat masukan/keluaran.
File Spesial terbagi dua yaitu :
a.     File spesial karakter, File spesial karakter berhubungan dengan perangkat masukan/keluaran aliran karakter file ini memodelkan perangkat masukan/keluaran seperti:
o   Terminal
o   Printer
o   Port jaringan
o   Modem dan alat –alat yang bukan penyimpan sekunder.
b.  File spesial blok, File spesial blok berhubungan dengan  perangkat masukan/keluaran sebagai kumpulan blok-blok data (berorientasi blok)
v   Operasi pada file
o   Create : Menciptakan berkas
o   Delete : Menghapus berkas Open : Membuka berkas untuk menyimpan proses selanjutnya
o   Close : Menutup berkas utuk menyimpan semua informasi ke berkas dan mendealokasikansumber daya yang digunakan
o   Read : Membaca data pada berkas
o   Write : Memodifikasi data pada berkas, yaitu pada posisi yang ditunjuk
o   Append : Menambah data pada berkas, merupakan operasi write yang lebih spesifik, yaitu di akhir berkas
o   Seek       : Mencari lokasi tertentu, hanya berlaku untuk berkas akses lacak Get attributes Membaca atribut-atribut berkas, Set attributes Menuliskan (memodifikasi) atribut-atribut berkas
o   Rename : Mengganti nama berkas
7.                Direktori
Direktori berisi informasi mengenai file. Direktori sendiri adalah file, dimiliki oleh sistem operasi dapat diakses dengan rutin sistem operasi. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.
8.                SHAREDhttp://cdncache1-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png File
SHAREDhttp://cdncache1-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png file adalah file yang tidak hanya diacu oleh satu direktori (pemakai), tapi juga oleh direktori-direktori (pemakai) lain. Sistem file tidak lagi berupa pohon melainkan directed acyclic graph (DAG).
Masalah-masalah yang terdapat pada 
SHAREDhttp://cdncache1-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png file adalah sebagai berikut :
ü   Metode implementasi shared file
ü   Metode pemberian hak akses pada shared file
ü  Metode pengendalian atau penanganan terhadap pengaksesan yang secara simultan dilakukan pemakai-pemakai yang mengacu file. Persoalan pengaksesan simultan ini menyangkut integritas atau kogerensi data.

9.                Sistem Akses File  
Sistem akses merupakan pilihan, yaitu :
·            Dapat menjadi bagian dari sistem operasi atau
·            Sistem operasi sama sekali tidak mempunyai komponen sistem akses.

Cara akses perangkat penyimpanan :
Perangkap penyimpanan berdasar disiplin pengaksesan dibagi dua, yaitu:
1. Perangkat akses sekuen (sequential access devices)
2. Perangkat akses acak (random access devices)
3. Perangkat akses sekuen, Proses harus membaca semua byte atau rekord file secara berturutan mulai dari awal, tidak dapat meloncati dan membaca di luar uraian.
10.           Organisasi File
Elemen pokok perancangan sistem akses adalah cara rekord-rekord diorganisasikan atau distrukturkan.
Beberapa kriteria umum untuk pemilihan organisasi file adalah :
1.                 Redundansi yang kecil
2.                 Pengaksesan yang cepat
3.                 Kemudahan dalam memperbaharui
4.                 Pemeliharaan yang sederhana
5.                 Kehandalan yang tinggi

Terdapat enam organisasi dasar, kebanyakan organisasi file sistem nyata termasuk salah satu atau kombinasi kategori-kategori ini. Enam organisasi atau pengaksesan dasar adalah sebagai berikut :
1.        File pile (pile)
2.        File sekuen (sequential file)
3.        File sekuen berindeks (indexed-sequential file)
4.        File berindeks majemuk (multiple-indexed file)
5.        File ber-hash (hashed or direct file)
6.        File cincin (multi ring file)

11.            Perintah – Perintah Manipulasi File


1)    Perintah-perintah directory :
·         Pwd
Digunakan untuk memperlihatkan di direktori mana posisi kita berada sekarang.
·         Cd
Digunakan untuk berpindah direktori
Sintaks : cd alamat_direktori
Contoh : cd /var/www
·         Mkdir
Digunakan untuk membuat folder baru.
Sintaks : mkdir nama_folder
Contoh : mkdir folder1
·         Rmdir
Digunakan untuk menghapus folder.
Sintaks : rmdir nama_folder
Contoh : rmdir folder1
2)      Perintah-perintah manipulasi file :
·         Cp
Digunakan untuk melakukan copy file.
Sintaks : cp /direktori/file_yang_ingin_dicopy /direktori tujuan
Contoh : cp /etc/file1.txt /var/www
·         Mv
Digunakan untuk melakukan memindahkan, cut atau rename file.
Sintaks :
mv /direktori/file_yang_ingin_dicut /direktori tujuan (cut)
mv /direktori/file_yang_ingin_direname /nama_baru_file (rename)
Contoh:
mv /etc/file1.txt /var/www
mv /etc/file1.txt file2.txt
·         Rm
Digunakan untuk menghapus file.
Sintaks : rm nama_file
Contoh : rm file1.txt
3)      Perbedaan Symbolic link menggunakan hard link dan soft link :
  Pada bentuk soft link, symbolic link dapat dilakukan pada file yang tidak ada,sedangkan pada hard link tidak dimungkinkan.
        Perbedaan lain,symbolic link dapat dibentuk melalui media disk atau partisi yang berbeda dengan soft link, tetapi pada hard link terbatas pada partisi disk yang sama. Yaitu :
·         file : untuk melihat isi suatu file
·         find : untuk mencari suatu file dalam hirarki direktori
·         which : memperlihatkan alamat/letak lengkap suatu perintah/shell command
·         grep : mencari suatu text/kalimat pada suatu file




          Sumber (Read More) :












Tidak ada komentar:

Posting Komentar