Mengkonversi Nama Pada Bilangan Decimal , Octal , dan Hexadecimal
Kamis, 25 Juni 2015
Senin, 22 Juni 2015
Materi Kuliah IV Sistem Berkas
File Pile Pada Sistem Berkas
File pile (pile file) Pembahasan struktur file diketahui bahwa struktur dasar paling dasar sebuah file adalah pile dan file sekuensial. File pile atau file tumpukan merupakan struktur paling sederhana. Struktur ini jarang digunakan secara praktis tapi merupakan basis evaluasi struktur-struktur lain.
A. Properti struktur pile
1. Data tidak dianalisis, dikategorikan, atau harus memenuhi definisi atau ukuran field tertentu
2. Panjang rekord dapat bervariasi dan elemen-elemen data tidak perlu serupa.
1. Data tidak dianalisis, dikategorikan, atau harus memenuhi definisi atau ukuran field tertentu
2. Panjang rekord dapat bervariasi dan elemen-elemen data tidak perlu serupa.
B. Karakteristik struktur pile
1. Biasanya data ditumpuk secara kronologis
2. Tak ada keterkaitan antara ukuran file, record, dan blok
3. Elemen data dapat beragam, dapat berbeda untuk tiap record ( berisi attribut lain).
4. Data harus disimpan secara lengkap beserta nama attributnya, tidak Cuma nilai atributnya.
1. Biasanya data ditumpuk secara kronologis
2. Tak ada keterkaitan antara ukuran file, record, dan blok
3. Elemen data dapat beragam, dapat berbeda untuk tiap record ( berisi attribut lain).
4. Data harus disimpan secara lengkap beserta nama attributnya, tidak Cuma nilai atributnya.
Komponen file pile hanya berisi data :
a. Struktur dan pengaksesan Rekord berelasi dengan suatu objek atau kejadian di dunia nyata. Rekord berisi elemen-elemen ( field-field) data dan tiap elemen data perlu mempunyai identifikasi. Identifikasi pada pile adalah berupa nama atribut secara ekplisit. Misalnya: Tinggi = 163, Dimana, nilai elemen data adalah 163 dan nama deskripsi adalah tinggi. Tiap elemen data di pile berbentuk tuple dua komponen disebut pasanagn nama atribut – nilai atribut ( atribute name – value atribute ).
b. Format record Sejumlah pasangan untuk mendefinisikan objek dan mengasosiasikan data dengan objek. Contoh : |nama=Nurman,jurusan=IF,alamat=Sadang Serang 64, umur=24, tinggi=163. ketika informasi akan diambil, pemilihan record dengan menspesifikasikan di argumen pencarian.
C. Organisasi File dan File Pile
Macam –Macam Organisasi File
a. Struktur Dasarnya adalah :
a. Struktur Dasarnya adalah :
· Pile (tumpukan)
· File sekuen berurutan (sequential file)Ø
· Struktur File dengan indeks
· File sekuen berindeks (indexed sequential file)
· File berindeks majemuk (multiply indexed file)
b. Struktur file spesifikasi keperluan sistem komputer :
· File hash (hashed file atau direct file)
· File multiring (multiring file)
D. Definisi Pile
Merupakan struktur paling sederhana.Struktur ini jarang digunakan secara praktis secara sendirian tetapi merupakan basis evaluasi struktur lain.Merupakan dasar evaluasi bagi struktur lainnya.Istilah pile digunakan dengan istilah lain yaitu file heap atau ada juga yang mengistilahkan file sekuen.Beberapa bahasa pemrograman seperti Basic, PL/I menyebutkan sebagai pile disebut file sekuen dengan batasan ketat.
Merupakan struktur paling sederhana.Struktur ini jarang digunakan secara praktis secara sendirian tetapi merupakan basis evaluasi struktur lain.Merupakan dasar evaluasi bagi struktur lainnya.Istilah pile digunakan dengan istilah lain yaitu file heap atau ada juga yang mengistilahkan file sekuen.Beberapa bahasa pemrograman seperti Basic, PL/I menyebutkan sebagai pile disebut file sekuen dengan batasan ketat.
E. Kelebihan Dan Kekurangan File pile
a. Kelebihan: Kemudahan untuk diciptakan. Panjang record dan format record yang bervariasi. File pile tidak memiliki ketentuan ketika record data tersebut dimasukkan.
b. Kekurangan: Sulitnya melakukan pencarian data. Ukuran record yang bervariasi dan elemen data yang berbeda-beda menyebabkan record dalam file pile menjadi sulit ketika hendak dicari. Waktu pengaksesan lambat. Jarang digunakan untuk pemrosesan.
a. Kelebihan: Kemudahan untuk diciptakan. Panjang record dan format record yang bervariasi. File pile tidak memiliki ketentuan ketika record data tersebut dimasukkan.
b. Kekurangan: Sulitnya melakukan pencarian data. Ukuran record yang bervariasi dan elemen data yang berbeda-beda menyebabkan record dalam file pile menjadi sulit ketika hendak dicari. Waktu pengaksesan lambat. Jarang digunakan untuk pemrosesan.
F. Struktur dan Pengaksesan
ü Record berelasi dengan suatu objek atau kejadian di dunia nyata.
ü Rekord berisi elemen-elemen (fields) data dan tiap elemen data perlu mempunyai identifikasi.
ü Identifikasi pada pile adalah berupa nama atribut secara eksplisit.
Contoh:
Contoh:
tinggi = 165. Nilai elemen data adalah 165 dan nama deskripsi adalah tinggi.
ü Setiap elemen data di pile berbentuk tuple dua komponen disebut pasangan nama atribut-nilai atribut.
ü Format Rekord: sejumlah pasangan untuk mendefinisikan objek dan mengasosiasikan data dengan objek.
Contoh:
Arti Nama dan Nilai Atribut
*Nama Atribut
Nama, jurusan, alamat, umur, tinggi
*Nilai Atribut
Contoh:
Arti Nama dan Nilai Atribut
*Nama Atribut
Nama, jurusan, alamat, umur, tinggi
*Nilai Atribut
ü Penggunaan Pile
ü File-file system
ü File log (mencatat kegiatan)
ü File-file penelitian / medisn
ü File teks
ü Config.sys
ü Variable-lengthrecord
ü Variablesetoffield
ü Chronologicalorder
Berikut Cara Pengukuran Kinerja File Pile :
§ TF: Waktu yang dibutuhkan untuk mengambil (fetch) 1 record
§ TN: Waktu untuk mendapatkan 1 record berikutnya
§ TI: Waktu insert 1 recordn
§ TU: Waktu update 1 recordn
§ TX: Waktu pembacaan seluruh record
§ TY: Waktu reorganisasi file4/10/2012
Record size (R), record size rata-ratan
R = a’ (A + V + 2)
a’ = rata –rata jumlah atribut
A = ukuran rata –rata atribut (field)
V = ukuran rata –rata nilai
§ Fetch reconrd (TF)
Data tidak tersusun baik, maka TF relatif tinggi
Record dicari secara serial, blok per blok
TF= ½ b (B / t’)
Data tidak tersusun baik, maka TF relatif tinggi
Record dicari secara serial, blok per blok
TF= ½ b (B / t’)
§ Get next record (TN)
Tidak ada pengurutan dalam pile, TN= TF
Tidak ada pengurutan dalam pile, TN= TF
§ Insert Time (TI)
Record baru disimpan di akhir file
TI= s + r + btt + tRW
Record baru disimpan di akhir file
TI= s + r + btt + tRW
§ Update Time (TU)
Bila ukuran record tetap : TU= TF+ TRW
Bila berubah : TU= TF+ TRW+ TI
Baca seluruh file : (TX) = 2 (TF) = n. R / t’4/10/2012nts/sb/tiuajm20Pengukuran Kinerja File.
Bila berubah : TU= TF+ TRW+ TI
Baca seluruh file : (TX) = 2 (TF) = n. R / t’4/10/2012nts/sb/tiuajm20Pengukuran Kinerja File.
§ Reorganization time (TY)
TY= (n + o) R / t’ + (n + o –d) R / t’
File akan bertambah dari n ke n + o –d
o : jumlah record yang ditambahkan
o = ninsert+ v
ninsert: jumlah record yang diinsert
v : jumlah record yang diupdate dengan menandai
yang didelete dan menambah record baru
d : jumlah record yang ditandai untuk didelete
TY= (n + o) R / t’ + (n + o –d) R / t’
File akan bertambah dari n ke n + o –d
o : jumlah record yang ditambahkan
o = ninsert+ v
ninsert: jumlah record yang diinsert
v : jumlah record yang diupdate dengan menandai
yang didelete dan menambah record baru
d : jumlah record yang ditandai untuk didelete
G. Berikut Dibawah ini adalah merupakan contoh Soal Latihan
*Diketahui suatu sistem dikelola secara Pile:
Jumlah record di file (n) = 10.600 record
Jumlah field rata-rata (a’) = 5 field
Panjang nama field rata-rata (A) = 7 byte
Panjang nilai rata-rata (V) = 15 byte
*Diketahui suatu sistem dikelola secara Pile:
Jumlah record di file (n) = 10.600 record
Jumlah field rata-rata (a’) = 5 field
Panjang nama field rata-rata (A) = 7 byte
Panjang nilai rata-rata (V) = 15 byte
*Data disimpan pada harddisk dengan karakteristik:
Putaran disk = 6000 rpmn
Seek time (s) = 5 ms = 0,005 sn
Transfer rate (t) = 2048 byte/sn
Waktu untuk pembacaan dan penulisan (TRW) = 2 msn
Ukuran blok (B) = 1024 byten
Ukuran pointer blok (P) = ukuran record mark (M) = 8 byten
Ukuran IBG (G) = 512 byten
Putaran disk = 6000 rpmn
Seek time (s) = 5 ms = 0,005 sn
Transfer rate (t) = 2048 byte/sn
Waktu untuk pembacaan dan penulisan (TRW) = 2 msn
Ukuran blok (B) = 1024 byten
Ukuran pointer blok (P) = ukuran record mark (M) = 8 byten
Ukuran IBG (G) = 512 byten
*Hitunglah :
a. Panjang record (R)
b. Waktu fetch sebuah record (TF)
c. Waktu mendapatkan next record (TN)
d. Waktu insert sebuah record (TI)
e. Waktu update (TU)
f. Waktu baca seluruh file (TX)
g.Waktu reorganisasi (TY)
Metode blocking yang digunakan = variable-spanned blocking
a. Panjang record (R)
b. Waktu fetch sebuah record (TF)
c. Waktu mendapatkan next record (TN)
d. Waktu insert sebuah record (TI)
e. Waktu update (TU)
f. Waktu baca seluruh file (TX)
g.Waktu reorganisasi (TY)
Metode blocking yang digunakan = variable-spanned blocking
*Pembahasan Soal
Panjangrecord(R)
R=a’(A+V+2)
=5(7+15+2)
=5(24)=120byte
TF=½b(B/t’)=½(n.R/B)(B/t’)=½n(R/t’)n
R=a’(A+V+2)
=5(7+15+2)
=5(24)=120byte
TF=½b(B/t’)=½(n.R/B)(B/t’)=½n(R/t’)n
Bfr=(B–P)/(R+M)
=(1024–8)/(120+8)
=7,93=7record
=(1024–8)/(120+8)
=7,93=7record
W=M+(P+G)/Bfr
=8+(8+512)/7
=8+(520/7)=8+74,28=82byte4/10/2012
=8+(8+512)/7
=8+(520/7)=8+74,28=82byte4/10/2012
t’= (t / 2) (R / (R + W))
= (2048 / 2) (120 / (120 + 82))
= 1024 (120 / 202)
= 1024 (0,594) = 608 byte / s
= (2048 / 2) (120 / (120 + 82))
= 1024 (120 / 202)
= 1024 (0,594) = 608 byte / s
TF= ½ n (R / t’)
= ½ (10600) (120 / 608)
= 5300 (0,197) = 1046,05 s
= ½ (10600) (120 / 608)
= 5300 (0,197) = 1046,05 s
TN= TF= 1046,05 s
TI= s + r + btt + TRW
r = (60 . 1000) / (2 . 6000) = 5 ms = 0,005 s
Btt = B / t = 1024 / 2048 = 0,5 s
TI= s + r + btt + TRW= s + r + btt + 2r
= 0,005 + 0,005 + 0,5 + 2 (0,005) = 0,52 s
= 0,005 + 0,005 + 0,5 + 2 (0,005) = 0,52 s
TU= TF+ TRW+ TI
= 1046,05 + 2 (0,005) + 0,52 = 1046,58 s
= 1046,05 + 2 (0,005) + 0,52 = 1046,58 s
TX= n. R / t’ = 10600 (120 / 608) = 2092 record / sn
TY= (n + o) R / t’ + (n + o –d) R / t’n
= n. R / t’ + n. R / t’ = 2 n. R / t’ = 2 TX
= 2 (2092) = 4184 record / s
= n. R / t’ + n. R / t’ = 2 n. R / t’ = 2 TX
= 2 (2092) = 4184 record / s
Sumber :
Kamis, 11 Juni 2015
Langganan:
Postingan (Atom)






